Bandung, 17 Mei 2025 – Sabtu yang cerah di Grha Kompas Gramedia Bandung berubah menjadi ajang perayaan budaya dan literasi Jerman yang meriah dalam acara Goethe Laune 2025. Diselenggarakan oleh Goethe-Institut Bandung, acara ini menyuguhkan serangkaian program menarik yang memadukan sastra, seni pertunjukan, edukasi, dan interaksi kreatif.
Peluncuran Buku Geisterdiebe Bersama Bu Dian Ekawati dan Tim Unpad
Salah satu sorotan utama adalah peluncuran buku Geisterdiebe (Geng Monyet Gaib) terjemahan karya sastra Jerman yang dikerjakan oleh tim penerjemah Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Acara ini dipandu langsung oleh Ibu Dian Ekawati, dosen Sastra Jerman Unpad, yang menjelaskan proses kreatif dan tantangan dalam penerjemahan karya ini ke dalam bahasa Indonesia. Antusiasme peserta terasa hangat, terlebih karena karya ini membuka jendela baru terhadap sastra anak dan remaja berbahasa Jerman di Indonesia.
Faust Live Dramatic Reading: Panggung Milik Wawan Sofwan
Suasana mendadak hening dan khidmat saat Bapak Wawan Sofwan, aktor sekaligus sutradara teater ternama, membawakan Faust karya Goethe dalam bentuk live dramatic reading. Penampilannya yang karismatik dan interpretasi mendalam berhasil membawa penonton masuk ke dalam dunia Faust yang penuh dilema eksistensial. Pertunjukan ini menjadi bukti nyata bagaimana sastra klasik Jerman masih mampu menyentuh dan menggetarkan hati penonton lintas generasi.
Leseclub Offline: Geisterdiebe & Kehangatan Diskusi Literasi
Tak kalah menarik, sesi Leseclub bersama BBBBookclub menghadirkan suasana membaca dan diskusi yang akrab dan menginspirasi. Dengan kehadiran kreator konten Puty Puar dan penerjemah Meita Eryanti, peserta diajak mengeksplorasi isi buku Geisterdiebe secara santai namun penuh makna. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan hangat, membuktikan bahwa membaca bersama dapat menjadi pengalaman kolektif yang menyenangkan.
Dari literasi hingga teknologi, dari tradisi hingga hiburan, Goethe Laune 2025 membuktikan bahwa budaya Jerman dapat dinikmati dalam berbagai bentuk. Semangat kolaborasi dan edukasi yang dibawa oleh Goethe-Institut Bandung patut diapresiasi, dan kita nantikan kejutan seru lainnya di kesempatan mendatang. (Penulis: Khalila)