
Nama Elca Shifa Ayu Natasya kini menghiasi daftar prestasi Program Studi Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Mahasiswi angkatan 2024 ini pulang membawa penghargaan Juara Harapan 2 pada cabang lomba Penulisan Cerita Pendek dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) XVII Jawa Barat 2026 yang digelar di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.
PEKSIMIDA XVII Jawa Barat 2026 merupakan ajang seleksi seni mahasiswa tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Barat pada 11-23 Juli 2026 sebagai tahap seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII 2026.
Elca mengikuti cabang lomba Penulisan Cerita Pendek pada 21 Juli, bersaing dengan penulis-penulis muda terbaik dari berbagai kampus se-provinsi sebelum akhirnya dinyatakan meraih Juara Harapan 2.
Karya yang membawanya meraih penghargaan berjudul “Kala Aku Mati di Semesta Kontradiksi”. Cerpen ini mengangkat isu kemiskinan, urbanisasi wilayah paksa, penelantaran kesejahteraan masyarakat asli, perjudian, prostitusi, hingga pembungkaman.
“Saya hanya suka menulis sebuah kisah dari isu sederhana yang biasanya terabaikan, lalu memadukannya dengan hal-hal yang cukup eksperimental,” ujar Elca. Ia menjelaskan, judul karyanya sengaja dibuat kontradiktif dengan isi cerita. Meski menyebut “aku mati”, karakter utama dalam cerpen tersebut sebenarnya tidak benar-benar mati.
Ketua Program Studi Sastra Jerman menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Elca. Program Studi berharap mahasiswa tidak hanya berkembang di bidang akademik, tetapi juga terus mengeksplorasi minat dan bakat masing-masing di luar perkuliahan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sastra Jerman Unpad mampu bersaing tidak hanya di bidang kebahasaan, tetapi juga di ranah seni dan sastra secara luas. Pencapaian ini menjadi sebuah pengingat bahwa kemampuan berbahasa dan kepekaan bersastra sesungguhnya berjalan beriringan.
