Kegiatan Ilmiah “Seminar Internasional Kejermanan”, Public Lecture, dan Workshop Penerjemahan

(13-21 September 2016)

Program Studi Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Asosiasi Germanis Indonesia (AGI) dan didukung oleh Dinas Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) melaksanakan rangkaian kegiatan ilmiah Seminar Internasional Kejermanan bertemakan perkembangan trends penelitian tentang kejermanan (13-15 September 2016), kuliah umum tentang sastra anak dan remaja (16 September 2016), serta pelatihan penerjemahan sastra anak (19-20 September 2016) di Gedung Balè Atikan Pusat Pelatihan Unpad (UTC) Jl. Ir. H. Juanda No. 4 dan di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang, Jatinangor. Kegiatan ilmiah ini diadakan oleh Asosiasi Germanis Indonesia setiap tiga tahun sekali dan kali ini Unpad menjadi tuan rumah yang ketiga. Sebelumnya kegiatan ilmiah yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010 tersebut dilaksanakan di Yogyakarta dan Malang.

Pembukaan acara seminar internasional yang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 13 September 2016 kemarin dibuka oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof.Dr. Tri Hanggono Achmad dan dihadiri oleh Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Duta Besar Republik Federal Jerman yang diwakili oleh Konsul Budaya dan Pers, Direktur Dinas Pertukaran Akademik Jerman Kantor Regional Indonesia, Direktur Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Ketua Asosiasi Germanis Indonesia (AGI), Direktur German Centre Jakarta, Direktur Studienkolleg Indonesia, Prof. Dr. Hans-Heino Ewers dari Johann Wolfgang Goethe Frankfurt am Main Jerman, serta para tamu dan peserta seminar yang berasal dari Jerman, Thailand, Vietnam, serta peserta dari universitas-universitas di Indonesia. Secara keseluruhan jumlah peserta yang terdaftar dan hadir dalam seminar ilmiah ini sebanyak kurang lebih 80 orang dan mereka akan memaparkan beragam tema penelitian terkini dalam bidang metodik didaktik, linguistik, sastra, budaya, penerjemahan, serta perspektif tentang kejermanan terkait dengan disiplin ilmu lainnya. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran dalam pidato pembukaannya bahwa penelitian tentang bahasa, sastra, dan budaya sudah harus lintas disiplin. Pentingnya interdisiplinaritas ilmu ini memang sudah disadari sejak lama oleh Program Studi Sastra Jerman sehingga hal ini juga diterapkan tidak hanya dalam kegiatan ilmiah saja, tetapi juga dalam kurikulum dan kegiatan belajar mengajarnya.

Selain itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Dr. Yvonne Baumann, dalam kesempatan pembukaan seminar kemarin menyampaikan pula ceramah kehormatan tentang Bahasa Jerman di Negara Multikultural dan Multibahasa yaitu Swiss. Selanjutnya disampaikan pula ceramah dari Prof. Dr. Hans-Heino Ewers tentang Sastra Anak dan Remaja. Hari pertama kegiatan seminar ilmiah internasional kemarin ditutup dengan acara temu alumni DAAD yang berada di Unpad dan dari beberapa tempat diIndonesia. Pada hari ini disampaikan ceramah tentang Pengajaran Bahasa Jerman di Vietnam dan Thailand dan tentang penelitian sastra dan budaya Jerman di Indonesia. Kegiatan seminar internasional akan ditutup dengan ekskursi menapaki jejak orang-orang Jerman yang ada di Indonesia salah satunya yaitu Junghuhn dilanjutkan dengan mengunjungi dan mengikuti workshop Angklung di Saung Angklung Udjo. Kegiatan ini dilakukan untuk memperluas perpektif dan mengintensifkan dialog antarbudaya, serta mempererat dan memperat jejaring kerjasama dengan para ahli kejermanan di Indonesia dan di luar Indonesia, khususnya di Asia Tenggara.

(Dian Ekawati, Ketua Prodi Sastra Jerman, FIB, Unpad)


2017. Prodi Sastra Jerman FIB UNPAD